amajuseyo belong to Allah. selalu ada harapa untuk hatti yang tulus. pakks 11/12 Here is where you enter text, info, about me, whatever, your page graphics, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc, etc.
click this!!

ans-faradiba:

SCOOTER SMA Negeri 14 Jakarta

SEAPOC Proudly Present…

RALLY PHOTO 2012

With Theme : “GARDEN PARTY”

Gather Around in Revolution & Participate Our Rally

For JHS & SHS Students! (/individual)

Sabtu, 12 Mei 2012 @ Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur

-PENDAFTARAN (per-individu, tiap sekolah tidak ada batasan peserta)

Rp 80.000 + Uang Jaminan Rp 20.000 = Rp 100.000

(Include HTM lokasi & konsumsi + model)

-TECHNICAL MEETING

Jumat, 4 Mei 2012 @ SMAN 14 Jakarta

(Disesuaikan)

-PAMERAN RALLY PHOTO 2012

Minggu, 20 Mei 2012 @ SMAN 14 Jakarta

10.00 WIB - Selesai

-HADIAH

Juara 1 : Rp 1.500.000 + Sertifikat

Juara 2 : Rp 1.250.000 + Sertifikat

Juara 3 : Rp 750.000 + Sertifikat

Juara Favorite : Rp 250.000 + Sertifikat

-WANNA JOIN?

1. Check formulir pendaftaran di OSIS sekolah mu(SMP&SMA) atau download di : http://www.scooter14-2012.blogspot.com/p/competition.html

SMP : http://www.mediafire.com/?hu4ymilz33crxog

SMA : http://www.mediafire.com/?21mxbc5mehrl9m3

2. Serahkan formulir beserta uang pendaftaran (Rp 100.000/individu), 2 buah pas foto 3x4, 1 foto copy kartu pelajar pada saat pendaftaran lomba di SMAN 14 Jakarta

-CONTACT PERSON

Faradiba: 081546289595 / pin:2291F9CA

Karima: 08567955536 / pin:276B32C6

Tolong konfirmasi jika ada yang fix mendaftar ya. Pada hari Jumat, 4 Mei 2012, panitia akan membuka stan untuk pendaftaran lomba sekaligus Technical Meeting. Bagi yang tidak sempat mendaftar, bisa mem-booking pendaftaran lomba terlebih dahulu dengan menghubungi Faradiba. Pendaftaran dibuka sampai Sabtu, 5 Mei 2012. Thank you :)

▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾▴▾

PERATURAN PESERTA

1.  Peserta adalah pelajar SMP dan SMA

2.  Batas maksimal tahun kelahiran adalah 1 Januari 1993. Bila terjadi kecurangan mengenai batas tahun kelahiran maka peserta yang bersangkutan akan didiskualifikasi

3. Setiap peserta harus mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku maupun ketentuan-ketentuan tambahan RALLY PHOTO 2012

4.  Serahkan formulir beserta uang pendaftaran, 2 buah pas foto 3x4, 1 foto copy kartu pelajar pada saat pendaftaran lomba di SMAN 14 Jakarta

5.  Pendaftaran paling lambat pada hari Sabtu, 5 Mei 2012

6.  Peserta diharapkan datang pada saat Technical Meeting pada hari Jumat, 4 Mei 2012

PERATURAN LOMBA

1. RALLY PHOTO 2012 dilaksanakan di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur pada hari Sabtu, 12 Mei 2012

2. Tema RALLY PHOTO 2012 adalah “GARDEN PARTY” (Gather Around in Revolution & Participate Our Rally)

3.  Peserta dapat menggunakan camera SLR, DSLR atau Digital Camera

4. Edit yang diperbolehkan hanya crop, zoom, contrast, brightness dan saturation (edit standar)

5. Hak cipta tetap milik peserta

6. Peserta maksimal mengirimkan 3 foto dengan sisi terpanjang 30 cm (10R) untuk diperlombakan beserta softcopy berupa CD

7. Batas pengumpulan foto pada hari Rabu, 16 Mei 2012 pukul 16.30 di Sekretariat OSIS SMAN 14 Jakarta

8. Hasil foto akan dipamerkan di “RALLY PHOTO 2012 Exhibition” pada hari Minggu, 20 Mei 2012

GET OUT ITS MY LITTLE WORLD!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Noni punya fibe (Part. 3 eds. Susu strawberry by: Rahmah setiawati)

Siang yang suram seperti biasa di sekolah tempat noni menghabiskan setengah dari hari – hari di hidupnya, saat – saat pukul tepat 12.30 ini memang waktunya untuk waktu beristirahat untuk yang kedua kalinya dalam sehari di sekolah noni. biasanya waktu – waktu seperti ini di pakai siswa untuk beribadah atau hanya untuk sekedar pergi ke kantin namun berbeda untuk noni sosok gadis berambut hitam nan panjang cantik dengan jepit rambut yang sangat manis bersandar di atasnya. Yah.. tentu saja jepit rambut ini merupakan pemberian fibe beberapa hari yang lalu. Noni yang sedang melamun dengan mata kosongnya itu sambil bersandar di bangku taman sekolah mengahadap kearah lapangan sekolah itu menunggu fibe yang sekarang sedang berjalan kearahnya dengan membawakan sekotak susu strawberry kesukaannya dan tentunya sekaleng minuman bersoda untuk fibe sendiri. “woy.. non jangan bengong aja dong” cetus fibe yang sekarang benar – benar mengahampiri noni dan menepuk kecil pundak noni lalu duduk di sampingnya. “abis gimana ya fib.. gue udah terlanjur sayang banget sama dira” cetus balik noni pada fibe namun tetap pada mata kosongnya yang menghadap kearah lapangan yang dimana terdapat dira sang pujaan hati noni dengan 3 orang temannya sedang asik bermain basket di lapangan tersebut. “apaan sih? Dira? Inget kejadian kwaktu itu*?” “yah.. dira sih udah jelsin semuanya sama gue tentag dia yang ternyata mendadak dapet telpon kalo nyokapnya masuk rumah sakit sampe – sampe dia harus buru - buru pulang dang ga jadi nganterin gue ke mall” “yaudahlah..” “tapi bukan itu masalahya..” “apa masalahnya?” dira sambil menyodorkan sekotak susu strawberry itu. “gue ngerasa aja kalo udah waktunya untuk gue bener – bener ngeulapin dira” noni sambil menusukan sedotan susu pada kotak susunya tersebut. “bagus – bagus..” cetus dira tak sadar mencelotehkan isi hatinya “hah?” noni agak terkejut “eh.. maksud gue kok gitu? Knapa ngelupain?” “gue.. capek.” “…” bungkam fibe langsung menengok kea rah noni yang duduk tepat disampingnya sambil menatapnya penuh. “udah hampir mau 2 taun lebih yaa.. dari kita SMP gue udah suka sama dia fib.. dia baik sama gue.. ajak gue jalan.. sms gue.. selalu negor gue kalo ketemu..” curhatnya pada fiba dan tak sanggup menahannya setetes air mata pun jatuh di pipi noni. Fibe yang tak mampu mengucap apapun tambah bungkam saat melihat gadis pujaan hatinya itu menangis.. menangis untuk orang lain.. menangis untuk pujaan hati dari pujaan hatinya itu. Kini fibe menatap kosong tapi tetap kearah noni . jantungnya agak sedikit tercekat melihat noni yang benar – benar lelah mencintai orang lain itu. Noni tak pernah seperti ini sebelumnya ia selalu tersenyum dan bahagia saat melihat dira. Iya selalu memuji – muji dira seakan – akan dira adalah satu – satunya mahluk lelaki di dunia ini sambil tersenyum penuh semangat. Namun kali ini berbeda.. air mata noni makin menetes deras membasahi pipinya dan fibe juga yakin kalo hati noni juga sedang benar – benar tercekat hingga mata indah nya itu terpejam erat menunduk.. seperti menahan sesuatu.. menahan rasa sakit yang telah lama.. terus menangis sambil menggigit bibirnya agak dalam. “noni” cetus fibe menggenggam erat sebelah tangan noni yang teak sedang memegang sekotak susu strawberrynya itu. Namun noni yang seperti tak bisa mendengar apapun lagi. Tetap saja menangis. “gue sayang ni sama lo..” cetus fibe entah ia sadar atau tidak. Namun noni tetap seperti orang yang tidak dapat mendengar apapun iya tetap menangis bahkan ia terlihat seperti orang yang mati rasa karna se erat apapun genggam tangan fibe ia tetap pada posisinya itu tak berubah tetap menangis. “Noni gue sayang sama lo” tegas ulang fibe agak kencang. Namun noni tetap tak berubah posisi sedikitpun. “gue orza fibe sayang dan cinta banget sama forsila nonita” teriak fibe sampai – sampai seluruh yang ada di lapangan dan di segala sudut sekolah dekat lapangan menengok dan mempergoki mereka berdua membuat seisi sekolah ramai menyorak – nyorakan kata “cie..” pada mereka berdua. “apa fib? lo sayang sama siapa? Forsila nonita.. nonita itukan gue” “iya ni gue sayang sama lo udah dari jauh lama dari sebelum lo kenal bahkan ketemu sama dira. Gue udah suka sama lo dari pertama kali lo minum susu strawberry inget gak?” “pertama kali gue minum susu strawberry..? enggak fib.. gak inget..” Waktu waktu sd lo kan benci straw berry sampe sampe lo ga pernah makan apapun yang berbau strawberry.. terus gue gue ngerjain lo, masukin susu strawberry ke botol minum lo yang warna pink terus..” “terus?..” “ terus lo yang gak tau apa – apa langsung bilang.. em.. enak bgt ini susu rasa apa ya fib?.. terus gue jawab ha.. kok lu suka sih itukan susu strawberry.. teru lo bilang ha? Iya?.. terus gue jawab . iyaa sambil ketawa – tawa liat muka lo yang keliatan mau muntahh tapi ga jd terus lo bilang.. tapi kok enak fib.. terus lo minum tuh susu ampe abis dan .. lo malah suka ama tuh susus sambil bilang ‘ enak fib gue suka bgt, slama ini gue ga suka strawberry dan ga mau makan apapun yang berbau dengan strawberry sampe2 seumur hidup lo ga pernah minum susu seenak itu dan.. akhirnya seorang nonita yang benci strawberry jadi pengecualian untuk strawberry yangt ada di susu. Lo jd suka susu strawberry tpi tetep benci sama strawberry dan.. dan.. smua rencana gue buat jailin lo tuh failed alias gagal.. lo jd yang ngetawain muka gue yang semelenep gara – gara bête liat lo suka susu strawberrynya” “hah?” noni terbengong ”iya non.. sejak itu gue udah suka sama lo” “…” noni masih terbengong “non.. noni..”fibe yang berusaha terus memanggil manggil nama noni hingga akhirnya ia mendengar sesosok noni yang lain dari beelakang memanggil manggil namanya “fib.. fibe.. FIBEEEEE!!” teriak noni pada fibe yang ternyata sedang asik tidur di kamarnya noni. Tak sadar – sadar atas ucapan noni akhirnya noni pun melemparkan bantal ke wajah fibe sambil kembali berteriak memanggil nama fibe. “fibe banguuunnn” “aaa…” teriak fibe yang akhirnya bangun juga dari tidur panjangnya di rumah noni sejak siang tadi.. fibe merasa – merasa semua itu.. maksudnya semua kejadian di sekolah tdi itu adalah kenyataan tanpa dia sadari bahwa ternyata semua itu hanya terjadi di mimpinya saat tidur di kamar noni. fibe yang masih belum pulih benar dari tidurnya sempat membelalakan matanya dan terbengong persis orang kesurupan. Melihat fibe aneh noni langsung melemparkan bantalan ke wajah fibe kali ini untuk yang kedua kalinya. “noni noni.. gue dimana ini, sekolah lapangan.. kita udah masuk ya?” “apaansi lo gila jangan muda – muda kenapa?” “lo sadar gak sih lo tidur di kamar gue udah berapa lama? Mentang – mentang nyokap sama bokap gue lagi keluar kota dan ngasih kepercayaan ke lo buat jagain gue bukan berarti juga lo tinggal nginep dan nguasain seluruh tempat tidr gue kan” “ha? Emangnya ini udah jam berapa non?” “jam 9 malem! mampus lo belom ngerjain peer matematika malah banyak lagi, tidur mulu sih lo” “gila.. jadi gue tidur selama itu? Noni jadi gue Cuma mimpi? Gue gak ngomong apa – apa kan selama gue tidur? Noni jadi dari tadi itu gue belum ngomong apa – apa kan sama lo?” “ha? Ngomong apaan? Orang yang ada dari siang tadi lo cuma ngorok pas gue lagi less biola. Udah gak usah beler. Sekarang mending lo pulang gih nyokap lo tadi telpon tuh nanyain lo” “hah.. iya iya eh kok gue tidur lama banget ya. Tapi noni gue beneeran gak ngomong apa apa kan?” “nggak kok emang ngomong apaan sih” “hah enggak – enggak, Alhamdulillah.. “ nafas lega fibe sambil seyum girang sendiri karena semua kejadian itu hanya mimpi itu tandanya bahwa noni belum tau apa – apa tentang isi hati fibe sebenarnya. “enggak – enggak kok, oke deh gue pulang yah. Eh tapi peer gue gimana nih non” “udah gue kerjain noh ngeliat tidur lo pules banget gue gak tega banguninnya, jadi gue pikir sekalian aja ngerjain peer lo lagian lo kan belakangan ini udah capek banget sama karya ilmiah biologi lo” “terus kenapa lo bangunin gue?” “karna yaa nyokap lo tadi telepon lagian gak mungkin juga kalo lo nginep disini gue kan gak punya seragam sekolah cowok buat besok lo sekolah” “hm.. iya yah hehe noni noni” mengusap usapkan tangannya ke atas kepala noni. “apaan sih fibe” “makasih yah ” “iya iyaa.. thanks juga ya udah jagain gue di rumah seharian ini” “kalo aja kita bakal tinggal serumah bareng nanti” “apa kata lo?” “eng.. enggak – enggak maksud gue yaa kali aja kalo kita sama – sama dapetin ITB terus kita bisa ngekos bareng di bandung hehe” “ya kali cowok ama cewek nyampur. Gak mau lah gue haha. Eh iya tadi siang lo sempet beliin gue susu strawberry ya? Udah gue minum fib hehe makasih yaa. Soda lo juga masih ada noh belum gue minum bawa aja gih” “…” Mendengarnya fibe hanya shock sebentar ternyata soal susu strawberry itu memang benar adanya haha yap.. fibe memang suka noni dari sejak semasa iya duduk di bangku SD tepatnya saat fibe ingin mengerjai noni dengan susu strawberry tadi. Sejak saat itulah ia sudah merasa bahwa ia senang jika melihat noni senang, sedih jika melihat noni sedih dan selalu nyaman kapan pun dan dimanapun saat berada di dekat noni. sejak saat itu pula fibe sering membawakan noni sekotak susu strawberry kesukaannya. Soal sekolah noni dira dan pernyataan cinta itu memang hanya mimpi namun fibe bersyukur karena itu memang hanya mimpi. Noni yang ia kenal selama ini tetap sama seperti biasanya tak pernah berubah noni yang belum tahu apa isi hati fibe yang sebenarnya untuknya, gak pernah terpikirkan oleh fibe apa jadinya jika noni tahu.. apa ia masih mau mengerjakan peer buat fibe tersenyum untuk fibe bahkan minum susu strawberry dari fibe. sekarang noni sedang berdiri di depan pintu menunggu kepulangan fibe dari rumahnya. Fibe pun segera beranjak dari tempat tidur membawa kunci mobil serta sekaleng minuman soda tersebut. Noni mengantar fibe sampai tepat di gerbang pintu rumahnya menunggu fibe yang sekarang sudah siap dengan mobilnya untuk pulang. Fibe membuka lebar kaca jendela lalu tersenyum kearah noni. noni pun melambaikan tangannya pada fibe hingga akhirnya fibe dan mobilnya itu benar – benar pergi menjauh. ‘Selamat tinggal untuk hari ini noni’ suara hati kecil tulus dari benak seorang fibe ‘entah apa gue masih milik lo dan lo masih milik gue kalo mimpi tadi benar – benar jadi kenyataan’. Jujur aja fibe masih belum siap mengutarakan cintanya pada noni terlebih lagi cinta nya noni untuk dira yang semakin hari semakin mendalam ia tidak yakin bahwa noni akan menerimanya dengan hatinya yang masih seutuhnya ia berikan untuk dira. Melihatnya, bercanda tawa dengan nya, bersamanya berada di sisinya dan merasa menjadi sesuatu kepunyaan noni yang special membuat fibe sudah cukup bahagia.. sangat bahagia. Biarlah angin berhembus kencang, langit tetap biru. Seperti senyum noni yang selalu hanya milik fibe karna noni punya fibe 

Noni Punya Fibe. (Part 2. Eds: jepit rambut By: Rahmah Setiawati)

manis sekali sebuah jepit rambut berwarna hitam dengan motif helai demi helai beberapa ikat daun berwarna keemasan yang sangat sederhana namun akan membuat siapapun cantik memakainya. Noni ingin.. ingin sekali jepit itu, namun sayangnya ia tidak pernah menemukan jepit seperti itu dimanapun kecuali di atas rambut indah milik giva yang hitam dan panjang. “celingak – celinguk aja kaya maling!” cetus fibe yang tiba – tiba saja datang kaya tukang ketoprak yang suka mangkal jam 12 siang di depan sekolah. “ah.. lo, ngagetin aja” cetus balik noni dengan muka bête yang masih mupeng alias muka pengen. Pengen jepit rambutnya giva. “lagian masih aja ngeliatin tuh barang, bukannya beli” “beli dimana? Gak ada yang jual tau. Gw rasa dia ngedesign sendiri deh! Eh apa jangan – jangan itu buatan dia sendiri lagi waaah keren yaa hand made” “iya kali” “aah.. bête ah.. gw pengeen fib “ merengek. “ih emang gw bapak lo” “ah.. tau ah.. gw bete!” ujar noni kesal sambil berjalan pergi meninggal kan fibe di kantin. Dan fibe pun hanya bisa menatap noni yang sekarang sudah melangkah jauh memunggunginya. Sebenarnya noni kesal dengan fibe karna belakangan – belakangan ini fibe selalu mengacuhkan cerita – cerita noni dengan cuek, dan gak ada sama sekali ngasih saran atau menanggapi baik semua cerita – cerita noni. Sekarang noni sedang berjalan kearah kelas dan tiba – tiba aja… “kenapa non? Bête aja mukanya” cetus dira dengan seulas senyum hangat manisnya yang selalu dapat membuat hati noni lemah tak berdaya. Ya.. noni sebenarnya sudah lama menyimpan rasa ini, rasa spesial ini pada dira namun dira selalu saja seperti itu. Seperti memberikan harapan yang tidak pasti pada noni, sehingga sering membuat noni galau dan ujung – ujungnya hanya bisa melampiaskan kekesalannya pada fibe yang lagi – lagi udah kaya buku diarinya noni. “gw… gak apa – apa kok”jawab noni sambil tersenyum lepas melihat dira seolah melupakan semua kekesalannya tadi pada fibe. “pulang sekolah mau kemana?” tanya dira “mau pulang” “gak kemana – mana dulu” “mau sih… ada sesuatu yang mau gw cari. Paling nanti pulang sekolah gw mampir ke mall deket rumah gw dulu” “mall yang deket rumah lo? Bukannya di situ ada toko bukunya yah?” “ kenapa?” “nggak, ada buku yang lagi pengen gw beli” “ooh” “mau bareng?” “hah? Mau mau mau mau mauuuuu” “…” “ups.. hehehe” “hahaha yaudah gw ke kelas gw dulu yah, sampai nanti..” “iyaaa ” Waaah, betapa senagnya hati noni di ajak ngedate perdana sama dira cowok idamannya selama ini. Eh.. lebih tepatnya mungkin ke mall bareng bukan ngedate. Gak apa – apa.. gak apa – apa… noni pun sudah cukup senang kaya kesamber geledek dari langit ke 7. Gak nyangka banget dira ganteng, ngajakin noni jalan bareng.


Noni gak sabar.. sangat gak sabar.. nunggu bel pulang sekolah. Alhasil selama berjam – jam jadilah dia murid magabut alias makan gaji buta di kelas. Loh kok gaji? Mmh… oke! Gak apa – apa. noni seneng banget… noni senyam – senyum di kelas. 5 detik sekali liat kaca, gak keingetan lagi tuh sama si fibe. dan sampai akhirnya bel pun berbunyi. “kring!!” “waa!!…” teriak noni ga sadar sangking senangnya. Alhasil lagi ia menjadi pusat perhatian orang – orang sekelas yang gak tau sama sekali tentang isi hatinya sekarang. Termasuk fibe yang belum sempet di ceritain sama noni tentang hal ini. Noni malu. Semua ngeliatin noni aneh. Dan fibe sangat terkejut melihat noni yang tiba – tiba teriak gak jelas di kelas. “Bodo amatlah” cetus hati noni, seperti menyapa diri sendiri. Setelah guru pergi meninggalkan kelas akhirnya ia pun lekas berlari cepat-cepat ke gerbang pintu sekolah nungguin dira yang tadi sempat memberikan pesan lewat sms ke noni. akan menunggu di depan gerbang. Noni sama sekali gak tau kalo ternyata di luar hitamnya awan di tambah bunyi gledek – gledek kecil bertabur di langit. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan deras. Yaah… padahal tadi pagi masih cerah – cerah aja. Noni berharap banget langit mau mengertinya. Setidaknya sekali ini saja. Kapan lagi noni jalan sama dira. “ langit yang baik.. sayang sama noni kan? Kali ini aja. Noni cuma pengen pergi bareng dira. Jangan ada bencana apapun pliss sekalipun itu hanya hujan kecil”ujar noni dalam hati Dimana dira sekarang ? langit semakin gelap dan tak terasa noni pun sudah menunggunya selama setengah jam. Noni tak menghitung berpa lama ia menunggu.. ia hanya berharap hujan gak akan menjadi pengganggunya jalan bareng sama dira hari ini. Disana noni tetap menunggu dengan perasaan semangat dan menggebu – gebu. Tak peduli banyak orang mondar – mandir di hadapannya. Ada yang sedang menyiapkan payung, naek mobil jemputan masing – masing. Dan ada juga orang yng sengaja balik lagi ke dalam sekolah takut bunyi petir mkin keras. Yah… hujan sudah mulai menunjukan tanda kedatangannya. Ternyata langit tak berpihk pada noni. noni berusaha menghubungi dira tapi telephonnya tak di angkat, sms juga tak di balasnya. Dan ternyata sudah 1 jam lebih noni menunggu dira. Noni gak bawa payung. Noni berharap dira cepat datang tapi … tiba – tiba saja hujannya deras dan… ada sesosok lelaki berkulit putih bersih, tinggi dan tampan yang menariknya ke bawah lingkaran payung yang ia bawa untuk melindungi noni dari hujan. Noni sangat terkejut karna lelaki itu menarik tangan nya agak kencang. Ia pun menutup matanya dengan tak sadar. Di hatinya ia berpikir bahwa dira sudah datang. Karna dira pasti datang dan sekarang ia pun membuka matanya perlahan dan ternyata ia mendapati dirinya bersama fibe di bawah payung itu. Matanya yang bulat dan hitam itu langsung terbelalak, nafasnya agak tercekat. noni terkejut, karena ternyata fibe yang ada disana bukan dira. “bodoh apa gimana? Dira tuh udah pulang dari sebelum lo kluar dari kelas!” cetus fibe dengan wajah yang kesal campur kasian campur sedih juga sih sebenernya karena dia ngeliat sebesar itu ternyata cinta noni buat dira. Sedangkan noni yang sudah tak mampu lagi berkata – kata hanya meneteskan tetesan air mata yang perlahan mulai membasahi pipinya. Sambil menundukan kepalanya tepat di bawah pundak fibe. Fibe yang tambah tidak tega melihatnya sekarang hanya bisa mulai menenangkannya dengan lembut dan memeluknya. Memeluk noni. fibe memeluk noni dengan sangat tulus, dengan sangat lembut. Hanya ingin noni berhenti menangis. Fibe tak ingin melihat noni seperti ini. Fibe gak mau liat noni sedih. Alhasil di bawah payung coklatnya fibe yang ga begitu besar mereka berdua berpelukan dibawahnya di bawah derasnya huujan, kerasnya petir dan tak jarang ada orang yang mondar – mandir dengan payung juga di sanna yang melihat aneh mereka berdua. Termasuk satpam sekolah yang berada di pos yang tidak jauh dari tempat noni dan fibe berada sekarang. Sebenarnya dari detik pertama noni menunggu dira fibe melihat atau lebih tepatnya mengawasi noni dari jauh. Bukannya tega tapi fibe pengen liat aja seberapa lama noni mau nungguin fibe yng bhkan gak sama sekali gak ngasih kabar apapun ke noni kalo dia udah pulang lebih dulu. Mmh.. pasti pada bingung kenapa fibe bisa tau noni lagi nungguin dira dan dari mana fibe tau kalo dira udah pulang.jadi sebenarnya saat noni lagi kesal sma fibe dan pergi memunggungi fibe fibe bukan hanya melihatnya saja tapi juga mengikutinya fibe ingin meminta maaf sama noni karna udah buat noni bête, tapi tiba – tiba aja dira datang menghampiri noni dan fibe hanya bbisa mendengar percakapan mereka dari baliik tembok dekat noni dan dira bercakap –cakap tadi. Lalu saat sedang sebelum bel skolah berbunyi kira – kira 15 menit sebelum bel berbunyi fibe sempat pergi ke toilet yang kerannya sekarang sudah baik – baik saja. Lalu ia melihat fibe dengan tas ranselnya pergi kea rah gerbang sekolah gak tau apa sebabnya dira pulang lebih awal, tapi yang ia tau dira udah punya janji sama noni. dan sebenarnya juga pas saat bel berbunyi lalu guru meninggalkan kelas setelah mendengar noni berteriak senang gak jelas, fibe ingin memberitahu ke noni bahwa dira sudah pulang. Tapi noni begitu cepat berlari kea rah gerbang dengan senangnya. Dan fibe belum ppernah sebelumnya melihat noni sesenang itu. Fibe agak sedih bercampur kasian dan kecewa juga sebenarnya karna noni pergi begitu saja tanpa memberitahu fibe atau setidaknya bertemu fibe lebih dahulu. Karena biasanya saat pulang sekolah mereka selalu menyempatkan diri saling bertemu bercanda atau bahkan melakukan hal – hal yang gak jelas atau behkan malah pulang bersama. Fibe biasanya juga yang suka nganterin noni kemanapun dia pergi, pulang sekolah juga gak jarang noni di anter fibe sampai rumah. Maka dari itu fibe hnya ingin melihat sebesar apa cinta noni untuk dira sampai melupakannya, dan fibe memutuskan untuk diam.. meliaht noni dan tentunya tetap menjaganya dari jauh. “gw percaya fib.. percaya sama dira. Dira pasti dateng kan fib? Gw mau pergi bareng ama dia” ujar noni kali ini dengan mata yang kosong berair, dan membasahi pundak fibe dengan air matanya. Fibe juga udah gak bisa lagi berkata – kata. Fibe hanya memeluk noni makin erat, erat, dan erat seperti ingin memeberitahu pada noni bawa semua akan baik – baik saja. Disini emang gak ada dira tapi ada fibe yang selalu menemani noni. dan fibe cuma ingin noni tenang sekarang.


fibe berusaha menangkan noni hingga akhirnya ia mengantar noni dengan motornya hingga sampailah mereka berdua di depan pagar rumah noni. “maafin gw ya fib” ujar noni dengan mata yang sedikit masih kosong agak bengak namun sudah tidak lagi mengeluarkan air mata, karna kondisinya sudah agak membaik. “iya, maafin gw juga tadi udah bbuat lo bête pas istirahat. Nih.. semoga ini bisa keadaan lo lebih baik paling enggak ga sedih lagi” ujar fibbe dengan seulas senyuman yang menusuk. Sangat manis. Lalu menjepitkan sebuah jepit rambut manis di rambut panjangnya noni. yah.. itu adalah jepit rambut mirip dengan punya giva yang selama ini noni inginkan. “jepit rambut ini, kok bisa fib? Makasiih banget yaaaa” cetus noni yang sangat terkejut dan mulai menampakan senyum manis yang cantik yang paling fibe suka. “gak usah tanya ya itu dari mana. Besok – besok aja gw ceitain ke lo. Yang penting sekarang lo seneng kan? Jangan nangis lagi! Dan inget mungkin dira punya penjelasannya sndiri tentang hal ini. Jadi jangan berpikir macem – macem, terus sedih lagi. Pokoknya gw gak mau lo jadi cewek cengeng! Jelek tau gak lo --“ cetus fibe buat noni, dengan hati yang sebenarnya sangat senang melihat noni yang sudah mulai tersenyum kembali. “iyaa – iyaa.. makasihh banyak – banyak banget yaa fib dan inget lo harus certain k gw! Dari mana lo bisa dapetin nih jepit rambut satu haha. Fibe gw maafin gw….. gw beruntung banget punya sahabat kaya lo..” “woo giliran ada apa – apanya aja baru deh bilang kaya gitu. “eh enak aja kalo lo gak ngasih apa – apa keg w jg gw bakal tetep bilang ini ke lo. Karena lo udah berbuat banyak banget hal yang sama sekali gak gw sangka – sangka sebelumnya ke gw” “Cuma karna itu..” Gak juga kok, karena emang dari dulu yangpaling berharga yang gw punya adalah lo, gwnya aja yang lagi bodoh tadi pagi--“ “hahaha iyaa sama – samaa yaa.. “ “pokoknya lo milik gw! Cuuma milik gw!!” “…” “…” “hahaha iyaaa noni punya fibe “

-End-

By : rahmah setiawati



1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 older »